Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juni 2014

Bali



Bali, nama yang tak kunjung selesai dibicarakan. Dari sisi mana kita mau meninjau, Bali selalu menarik untuk dilihat, dibicarakan dan dikunjungi. Pariwisata berbasis seni dan tradisi sangat dominan disana mengalahkan berita tentang politik dan bisnis. Segala infrastruktur yang mendukung pariwisata memang berbau bisnis tetapi pembicaraan bisnis masih kalah dengan basis seni dan tradisi. Loh.., bagaimana jelasnya? Orang yang berkunjung kesana dalam pikirannya hanya ada kegembiraan dan bersenang-senang. Satu dua hal mungkin ada pembicaraan bisnis dan politik selebihnya akan kembali pada keinginan refresing.
Melihat langsung segala hiruk pikuk di Bali sungguh mengasikkan. Saat itu tanggal 29 Mei 2014 saya melihat penduduk Bali menyiapkan rangkaian hari Kuningan, maka di sembarang tempat nampak pernik-pernik simbol keagamaan, bahkan motor dan mobil dipasangi bunga sesaji. Unik!
Kalau ingin melihat pentas seni dengan harga tiket yang terjangkau cobalah kunjungi Reog Dance dan Kecak. Atau wisata pantai yang berair tenang seperti pantai Kuta atau menanti sunrise di Sanur atau berkunjung ke pantai Pandawa. Pantai ini dibuatkan jalan dengan cara membelah pegunungan, tidak alami memang tapi kalau anda tidak peduli tidak jadi masalah. Mungkin anda ingin juga ke hutan Sangeh yang banyak kera? ada nasehat bagus untuk anda, ajaklah guide atau tukang foto disana.


Jalan di tepi pantai Pandawa nampak membelah gunung


Bagi anda yang belum sempat ke Bali, ini beberapa foto yang dapat dipakai sebagai pertimbangan:

Pura Tanah Lot

Danau Brantan di Bedugul, sejuk dan tenang, banyak yang berpose disana

Calonarang dalam Barong Dance, menggambarkan persaingan antara kejahatan dan kebaikan yang bersaing tak kunjung selesai

Pertunjukan kebal senjata di Barong Dance

Di pantai Kuta anda bisa berenang-renang seperti itu

Jangan lupa mintalah Bus atau Taxi yang anda tumpangi untuk melalui Tol yang melintasi laut ini, bisa menyegarkan pikiran
Atau anda mau bersantai di Tanjung Benoa?
Kalau suka bisa di Sanur menikmati pemandangan yang eksotis
Cinderamata khas Bali, Lima puluh ribu rupiah dapat 5 buah!
Tari Pendet yang dinamis. Ada unsur erotis didalamnya.


Just Relax!

Jumat, 20 April 2012

Chabatz D’Entrar




Ini memang agak lain, ketika saya melihat Olivier Leger, Cyrile Tille, Damien Caufepe dan penata teknis Silvere Bartoux beraksi mempertunjukkan kemampuannya baru-baru ini di panggung terbuka P4TK Jalan Kaliurang KM 12.5 Sleman Yogyakarta. Chabatz D’Entrar tergolong unik beraksi bagai sirkus tetapi semua seting ditata seperti pertunjukan seni teater. Gerak tubuh, mimik maupun pesan pertunjukannya lebih mendekati seni teater daripada sirkus. Lantas karena itulah mungkin kemudian disebut sirkus kontemporer. Chabatz d’etrar datang dari Limousin Perancis seperti membawa suatu yang baru dalam seni pertunjukan.
Menampilkan 9 sekuen cerita pendek diselingi kisah humor malam itu sangat dinikmati para penonton yang terdiri dari anak-anak muda,  mahasiswa dan orang-orang tua. Sampai pertunjukan berakhir mereka masih bertahan menonton. Foto berikut ini sedikit bisa memberi gambaran:

 Gerak keseimbangan

 Memang sirkus


 Kostumnya pakaian sehari-hari

 Humor sepatu

Matematis

Just relax!