Jumat, 20 April 2012

Misteri





Bagaimana pendapat anda jika patung ini mengatakan: “Dulu saya ini merupakan representasi dari salah satu dari banyak sifat ketuhanan (kepercayaan waktu itu), saya senang karena banyak orang yang memuja saya. Karena itu saya jadi bermurah hati kepada mereka, sebagai representasi penguasa semua makhluk halus seperti Baju barat atau sebangsa Jin terbang, raksasa dan makhluk halus lainnya, saya beri pemuja saya kesaktian, kejuligan (akal bulus), serta sandhi yudha atau ilmu perang. Mereka itu pemuja diriku, Durga, sehingga mereka aku  sebut Durganisme.Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, pengertian terhadap diriku mulai terkikis karena aku memang tidak bisa menghadirkan teks asli sebagai sertifikat bahwa aku dahulu sebenarnya adalah seorang Dewi kahyangan yang jelita. Akibatnya orang sekarang menginginkan diriku hanya sebagai kebutuhan dan kepentingan pribadi, tidak lagi memuja aku, tetapi memaksaku dengan menguasai patung diriku sambil mengharap-harap kesaktian dan kekayaan dariku. Mereka bukan lagi Durganisme tetapi orang biasa yang bisa datang dari semua golongan dan agama dan mereka tergelincir”.
Perburuan benda unik antik disukai oleh banyak kalangan, banyak alasan yang bisa dikemukakan: hobi, pengalaman jiwani, sampai maksud tertentu seperti kekayaan, kesaktian, kewibawaan dan pergaulan.

 Gada besi kuning dan keong emas
 Gambar dalam foto di atas jelas merupakan hasil budaya manusia dalam bidang seni logam, setidaknya akan sangat menarik bagi kolektor benda antik tetapi marilah kita berpikir mengapa orang sampai membuat gada dan keong emas seperti itu?.

Cemeti Sulaiman
Untuk menggunakan cemeti besi kuning seperti dalam foto di atas seseorang harus membaca mantera lebih dahulu. Kalau anda memandang itu sebagai benda biasa boleh saja dan tidak salah. Uniknya nama nabi Sulaiman dibawa-bawa untuk identitas benda itu. Memang cemeti itu menurut ceritanya bisa untuk menguasai para Jin. Dalam hal seperti ini anda juga boleh tidak percaya dan  tidak masalah berpikir seperti itu.

Keris luk lima Puthut
Keris sudah banyak dikenal, sebagian dibuat menyimpang di luar standar pakem seperti foto di atas. Tergolong unik dan dibuat untuk keperluan tertentu. Meskipun maksud pembuatan keris bisa diketahui tetapi tetap saja merupakan sebuah misteri mengapa seseorang mereduksi dari bentuk asli keris sebagai hasil olah budi manusia menjadi keris sejengkal yang berfungsi sebagai jimat.

Cicin Penarik Hati
Mungkin anda tidak percaya tetapi warna batu cicin seperti foto diatas sering di jampi-jampi sebagai pemikat lawan jenis. Warna itu termasuk salah satu dari golongan warna kecubung Pengasihan. Harganya mahal.
 
Bagaimana anda akan memaknai foto ini, iseng atau serius?
Kadangkala perbuatan seseorang juga bisa membuat orang lain menjadi sulit mengerti apa maknanya, bangunan empat tiang tinggi dan bendera menyerupai umbul-umbul biasanya dipakai oleh para pecinta Merpati aduan untuk action pendaratan. Di foto di dusun Losari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta pada Juni 2011. Mungkin pembuatnya tidak bermaksud iseng tetapi tetap saja misteri ada didalamnya mengapa Merpati dipaksa menukik masuk ke tempat itu?!

Teko, Cawan dan Cangkir gerabah Merapi

Tidak bermaksud membuat berita sensasi tetapi ini adalah fakta. Seseorang iseng mengambil teko, cawan dan cangkir gerabah tak bertuan pada saat setelah selesai erupsi Merapi di sebuah daerah yang hancur dilanda awan panas. Beberapa hari kemudian barang itu minta dikembalikan ke daerah asal ditemukan. Bahkan beberapa hari kemudian datang seorang petugas parkir dari sebuah instansi di Muntilan Jawa Tengah, menceritakan bagaimana dia mendapat undangan membantu parkir pada sebuah perhelatan perkawinan di kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, suatu tempat di lereng merapi sebelah atas, tamu yang hadir banyak dan tentu bermobil dan motor. Tetapi penduduk di dusun tempat itu pada malam hari saat itu tidak ada yang melihat kalau di dusunnya ada keramaian.....! Bagaimana penjelasan yang masuk akal untuk masalah ini?  

Pring Pethuk
Gambar bambu dalam foto diatas dikirim oleh kontributor dari Sumatra Selatan. Dia terheran-heran ketika membuka ladang tambang batu bara, diantara rumpun bambu yang dibakar semua ludes tak bersisa kecuali satu batang ini. Ketika diulang lagi sekitarnya terbakar tetapi lagi-lagi bambu yang satu ini  seperti tak tersentuh api. Apa sebenarnya yang terjadi?
Lantas dikirim foto itu dengan e-mail, ehh.., tentu saja bambu itu tak terbakar. Dengan melihat susunan ruas yang saling berdekatan seperti itu mudah diduga kalau bambu itu tergolong Bambu Pethuk. Sarana unik yang banyak diburu orang. Peristiwa alam bisa membentuk ruas seperti dalam foto itu, tentu saja karena kehendak Allah SWT itu bisa terjadi.
Ini beberapa foto yang lain:

Perhatikan sambungan ruas bambu itu.


Apa dan bagaimana pak bambu ini? saya bilang simpan saja dirumah sebagai barang  natural art!


Walahualam bishawab.

Just Relax!

Balerante Riwayatmu Kini



Saya harus mengatakan sejujurnya, seperti Kinahrejo dan daerah lainnya yang terkena awan panas gunung Merapi pada bulan Oktober dan November 2010 yang lalu, desa Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah sekarang hidup dalam kesulitan, bahkan sampai hari ini ketika tulisan ini dibuat Balerante termasuk daerah yang harus dikosongkan. Semua infrastruktur pendukung kehidupan masyarakatnya rusak diterjang awan panas. 
Para petani kehilangan kebunnya, rumah hancur, air sulit. Kehidupannya belum pulih. Mereka membutuhkan waktu lama untuk kembali pada kehidupan semula. Semoga mereka tabah.
Balerante tepat dibawah kaki Merapi pagi itu Minggu 19 Desember 2010 pagi berangin sangat kencang dan dingin. Tak ada orang dewasa yang bisa berdiri tegak tanpa bergoyang saat itu sehingga untuk membuat sebuah foto sangat sulit. Pagi berkabut dan berembun, namun begitu beberapa penduduk nekad bermalam di sisa-sisa rumahnya yang hancur, gelap tanpa listrik. Tapi bagaimana lagi keadaan memaksa harus begitu.
Balerante mempunyai struktur geografis seperti kota peristirahatan, berteras-teras dan lanskap Klaten atau Yogyakarta akan nampak terbentang dibawah kaki langit menjadikan sangat indah. Tetapi kini semua bercampur antara keindahan dan duka, rumah dan desa itu kini tak tampak lagi.
Foto-foto berikut ini bisa memberi gambaran desa Balerante:

 Tak ada bangunan yang utuh, pohon-pohon brindil tak berdaun!

 Kalau malam saya tidur ditempat ini

 Hari-hari kami sepi

 Klaten dan Yogyakarta dibawah sana

 Mengapa tak dibawa oleh pemiliknya, kemana mereka?

 Can't Just Relax!

Kamis, 19 April 2012

Cosmos Coding



Penciptaan alam semesta nampaknya memang tidak sekedar “jadi, maka jadilah” tapi Tuhan melengkapi dengan segudang kode-kode universal yang unik yang bisa dipelajari dan dimengerti. Mari kita coba mengerti walau dengan mengernyitkan dahi adanya kode-kode bilangan yang bisa menjadi sarana komunikasi antar galaksi dalam alam semesta. Kode tidak berupa angka-angka lepas seperti bilangan Prima atau bilangan Komposit belaka tapi sudah merupakan deret bilangan dan diwujudkan dalam garis kode Bar. Maka apakah itu berarti matematika? Bisa jadi, Ya!
A. Bilangan Prima, cirinya ada dua:
1. Bilangan itu habis dibagi 1(semua bilangan juga begitu, bisa dibagi 1)
2. Bilangan itu habis dibagi oleh dirinya sendiri (bilangan itu sendiri) dan tidak bisa dibagi oleh bilangan lain.
     Contoh bilangan Prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13,…dst.

B. Bilangan Komposit:
Adalah bilangan diluar bilangan Prima dan minimal mengandung 2 (dua) angka Prima. Cirinya adalah:
Jika dibagi oleh bilangan lain akan meninggalkan sisa. Misalnya angka 4 bisa dibagi 2, akan tersisa 2 (4:2=2) tapi 4 bukan Komposit karena hanya mengandung 1 bilangan Prima! Tapi tidak demikian dengan angka 6, (angka 6 = 2.3) 2 dan 3, keduanya adalah bilangan Prima. Demikian juga dengan angka 8, 9, 10, 12, 14, 15…dst. Angka 30 malah mengandung 3 bilangan Prima. (30=2.3.5)

C. Bilangan Khusus (Prima kembar):
Yaitu bilangan Prima yang angkanya berdekatan dengan selisih 2.
Misal: bilangan Prima 3 dengan Prima 5 (3,5), juga (5,7), (11,13), (17,19), (29,31)…dst

D. Cosmos Coding. Theory of Everything (TOE)
Mayoritas ahli astrofisika juga percaya bahwa di alam se­mesta terdapat “kode kosmos” atau yang disebut cosmic code based on this order, yang dikenal juga sebagai Theory of Everything (TOE), yang artinya terdapat konstanta-konstanta alam semesta yang saling berhubungan berdasarkan perintah pendesain. Sekali perintah tersebut dapat dipecahkan, maka hal ini akan membuka pandangan baru bagi sains lainnya yang berhubungan. Arifin Muftie dalam bukunya Matematika alam Semesta menyebutkan dua  bilangan, yaitu 19 dan 81!
Salah satu angka yang dipandang misterius atau unik adalah angka 19.  Pythagoras, Euler dan Gauss telah lama memikirkannya, tetapi struktur komplek ini tetap juga belum diketahui jawabannya. Dr. Peter Plichta ahli kimia dan matematika dari Jerman  berpendapat bahwa, tampak semua formula matematika dan angka-angka berhubungan dengan dua kutub matematika alam semesta ini. Angka 81 spesifik karena melengkapi angka 19, (19 + 81= 100). Jumlah angka-angka tersebut adalah 19 (1 + 9 + 8 + 1=19). Bila kita  analisis sedikit lebih lanjut terdapat hubungan angka-angka tersebut,  mungkin ini salah satu cara yang bagus:
1:19 = 0,0526315789473684210526
Angka yang berulang secara periodik, berulang dengan sendirinya tepat pada digit ke-19  sesudah koma, dan yang me­narik jumlah dari angka-angka tersebut ( 0 + 0 + 5 + 2 + 6 + 3 + 1 + 5 + 7 + 8 + 9 + 4 + 7 + 3 + 6 + 8 + 4 + 2 + 1 ) adalah 81 !
Sekarang, 1 : 81 = 0,01234567901234567 (01234567 berulang secara alamiah!)
Tapi Ups! Dimana angka 8 ? Angka 8 terlewat, padahal angka  yang lain secara periodik  muncul. Hilangnya angka 8 adalah ilusi, dan nilai resiprokal angka 81 adalah “alamiah”, menghasilkan satu seri sistem desimal bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,  dan seterusnya; dan sistem itu bukan buatan manusia (Arifin Muftie: PT Kiblat Buku Utama Bandung 2004) mengapa? Karena angka 8 berhubungan dengan bilangan Prima 19.  Lihat tabel ini:
STRUKTUR BILANGAN PRIMA 19 DG KOMBINASI (10+9) & INDEKS ANGKA 8
Bilangan biasa
Bilangan ganjil
Bilangan genap
Bilangan prima
1
1
-
-
2
-
2
2
3
3
-
3
4
-
4
-
5
5
-
5
6
-
6
-
7
7
-
7
8
-
8
-
9
9
-
-
10
-
10
-
11
11
-
11
12
-
12
-
13
13
-
13
14
-
14
-
15
15
-
-
16
-
16
-
17
17
-
17
18
-
18
-
19
19
-
19
Keterangan
10 angka
9 angka
8 angka

Fahmi Basya, dalam Matematika Islam, Republika, cetakan VII, tahun 2005 mengatakan bahwa kalimat Bismillahirrahmaanirahiim dalam Quran juga berjumlah 19 huruf, Surat dalam Al-Quran yang ayatnya tidak lebih dari 10 ayat jumlahnya ada 19. Jumlah surat di dalam al­-Qur’an adalah 114. Angka 114 adalah angka unik, karena bilangan prima ke-114 adalah 619, dan 114 adalah (6 x 19). Bilangan 619 merupakan prima kembar dengan pasangan 617 (617,619). Di ketahui pula, isi al-Qur an terbagi dalam 30 juz. Angka 30 adalah bilangan komposit yang ke-19, yaitu: 4, 6, 8, 9,10,12,14, 15, 16, 18, 20, 27, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 30.
Walahualam bisawab

Just Relax!

Merapi

Ini kisah nyata yang saya alami sendiri waktu terjadi  erupsi gunung Merapi pada bulan November 2010 yang lalu. Bersama keluarga kami harus mengungsi selama 3 (tiga) minggu di masa bencana itu. Dusun kami terletak 17 km diukur dari puncak Merapi sehingga harus meninggalkan rumah keluar dari area 20km yang ditetapkan. Ada juga beberapa orang yang dengan gagah berani dan tabah (mungkin) tidak mengungsi, tapi itu saya pikir bukan mereka pemberani tapi bodoh atau tidak tahu apa-apa tentang erupsi Merapi dan akibatnya.
Kisah ini saya tulis kembali berdasar rekaman sms yang tercatat di HP. Ketika itu saya menggunakan 3 (tiga) nomor sekaligus untuk memonitor dan meneruskan pesan yang datang dari para relawan. Semoga berguna.

Erupsi besar Merapi mulai 26 Oktober 2010 sampai tulisan ini dibuat 08 November 2010 belum berhenti, bahkan fluktuasi letusan tak bisa diprediksi. Korban berjatuhan. Dari data resmi diketahui awan panas meluncur sampai 12.5 km dari puncak, tetapi fakta dilapangan awan panas yang meluncur melalui alur sungai Gendol sampai sejauh 15 km. Akibatnya kampung dan rumah di dusun Bronggang terbakar hangus, korban bergelimpangan. Memilukan!. Clear area dimulai dari 5 km, kemudian ditingkatkan menjadi 10 km, ditingkatkan lagi menjadi 15 km, kemudian hari berikutnya menjadi 20 km. Akibatnya mengerikan, pos-pos pengungsian setahap demi setahap dipindahkan ke daerah yang lebih jauh dan lebih rendah dari puncak. Akumulasinya terjadi pada hari Jumat dini hari tanggal 05 November 2010, letusan bertubi-tubi mulai jam 24.00 wib, menggelegar bergemuruh menyeramkan. HT dan alat komunikasi lainnya saling memanggil call sign para relawan untuk mengirim informasi di pagi buta itu, 36.000 pengungsi di tarik kebawah diluar clear area 20 km dari puncak memadati stadion sepak bola Maguwoharjo Sleman. Sirene polisi dan ambulance meraung sepanjang malam sampai pagi hari berikutnya membuat suasana diantara cemas dan harapan silih berganti.
Untuk mendapatkan gambaran bagaimana gentingnya keadaan saat itu berikut ini rekaman sms percakapan antara satgas-relawan dengan saya yang mem forward ke dukuh dan tetua-tetua desa yang bisa dijangkau.

Percakapan Rabu 03 November 2010:
Miss Yeni, Solo, 00:25 wib:” Ass. Bagaimana bapak kondisi di rumah Jogja?, semoga baik-baik saja.”
“Ok, monitor, bantu kami……”
Sore dan malam harinya: (sementara sepanjang pagi dan siang itu Merapi tetap mengamuk)
Bayu, Bengkulu, 16:41:” Bagaimana perkembangan Merapi pak??? Gimana keadaannya pak??? Jadi ikut khawatir….”
“Kritis, up date info terus kesini-call satgas terdekat?”
Satgas xxx,16:52 wib:” Rekan-rekan gunakan jalur alternatif dari Cangkringan ke Solo. Jalan Kaliurang macet total. Info dari teman-teman relawan….”
Satgas xxx, 16.55 :” Teman-teman tolong jangan naik dulu. Stand by di ring 15 km. Di Kepuharjo sedang berkonvoi evakuasi menuju ring aman.”
Bayu, Bengkulu, 17:12:”Namanya mas Arief…Dia satgas Merapi juga. Sekarang posisinya di  atas. Dia pasti tahu kondisi Merapi….Alumni angkatan 1 Gamping pak.”
“Ok, monitor-kirim call sign dan nomor ya?!”
Aan, Bantul, 18.05:” Info terakhir dari teman…jarak aman radius 15 km dari  puncak, bagaimana keluarga ngungsi tidak pak?”
“Standby…. siap!”
Miss Yeni, Solo,18:32:” Radiusnya bertambah bapak menjadi 15 km. Dari tadi siang ada letusan terus bapak…”
“Ya, bantu monitor terus…”
Bu Dukuh, 19:19:” Kelihatannya masih aman pak tapi nanti malam kelihatannya perlu waspada.”
Abi, Yogya, 19:56:” Berita terakhir Metro, banjir lahar dingin sungai Kuning dan Bebeng, Merapi tertutup kabut.”
Aan, Bantul, 21:03:”Pak di tv one Merapi baru meletus lagi. Pengungsian di km 21 dipindahkan.”
Bu Dukuh, 21:06:” Dari desa belum pernah ada instruksi pak, jadi pas malam itu saya putuskan sendiri untuk mendorong warga agar waspada pas jam 1 malam itu. Saya cuma stand by di depan tv. Mari kita saling mengingatkan pak.”
Teguh, Wates, 21.10:” Pak baru saja saya nonton tv one…?? Zona aman makin ke arah selatan…Mudah-mudahan tempat bapak dan pak Sur tetap aman, amin.”
Nova, Bantul, 21:16:” Pak bagaimana keadaan disana?”
Surip gamx, 21.22:” Maaf pak baru bisa balas karena situasi diatas sangat Crowded sampai sekarang, tapi kalau daerah PPPG/UII sementara masih dalam wilayah aman pak.”
Surip gamx, 21.33:” Ya pak, posisi saya 1.5 km diatas Morolejar.” (Jarak Merapi – Morolejar kira-kira 12 km, pen)
Teguh, Wates, 21.40:” Pak maaf mau tanya…Kalau dilihat secara spiritual apa yang sedang terjadi?, apa Merapi dan Kraton sudah tidak harmonis…?”
Haryanto, Gmping, 22.08.:”Bagaimana pak sikon tempat bapak? Silahkan ngungsi dirumah saya.”
Agung Riyadi, 22:08.:”Ya pak, apa yang bisa saya bantu pak..?”
Miss Eti, Yogya,22:31.:” Jika di Yogya keadaan masih aman tapi kalau kawasan merapi kabar terakhir tadi meletus lagi. Bapak dan keluarga bagaimana?”
Miss Ari, Solo, 22.43.:” Malam pak Riz, bagaimana kondisinya Yogya sekarang?”
Surip gamx, 22.59.:” Sementara bertahan dulu pak, tapi siap-siap karena areal pelan-pelan makin luas, jauhi alur sungai pak.”
Agung Riyadi, 23.03.:” Siap pak, kapan nanti saya bantu.”
Bahij, Bantul, 23.06.:” Jalan Kaliurang padat. Banyak bis dan angkot kebut-kebutan turun, pak. Pak bisa minta nomor Arip Surip?”
Surip gamx, 23.07.:”Sementara Sungai Kuning mulai Kaliurang kebawah masih aman tetapi tetap ada peluang awan panas masuk alur, tenang dulu sambil pantau kondisi lingkungan jangan terpancing isu kecuali ada himbauan dari petugas, lebih baik siaga dulu pak tetap prioritaskan anak-anak, ibu dan orang tua pak.”
Agung Riyadi, 23:06.:” Station apa bak terbuka pak? Apa langsung saya naik sekarang?”
Surip gamx, 23:25.:” Siaga saja pak, kalau bisa kumpulkan dalam 1 lokasi biar kalau darurat cepat evakuasinya. Barak Hargo sudah mulai dikosongkan turun ke Pakem.”
Malam itu 2 (dua) kendaraan  pick up dan  Jip bersama bebrapa motor relawan melewatkan malam. siaga, dirumah saya dengan berdebar dan suasan tak menentu.
……….setelah itu suasana mereda………..sampai pagi berikutnya……..

Percakapan Kamis 04 November 2010:
Bahij, Bantul.,01:26.:” Bagaimana keadaan terakhir Merapi pak? Ada kabar apa dari Arip?”
"Kritis, belum tahu..”
Mr.X, 05:07.:” Saya sampai lapangan lihat utara, Wedhus gembelnya menjulang tinggi.”
Angga, 05:45.:” Kondisi wedhus gembel dari lapangan menyeramkan……”
“Saya kesana!”
Aan, Bantul, 07:47.:” Merapi keluar awan panas lagi jam 06.00an.”
Relawan mengamati dari Klidon Sukoharjo Ngaglik Sleman 17 km dari puncak!

Habieb, Batam, 08:49:” Radius titik aman minimal 15 km dari puncak pak.”
“Ya…”
……..suasana semakin tak menentu, anak-anak sekolah hari itu mulai dipulangkan lebih awal……..

Angga, Yogya, 13:29:” Pak atas bagaimana? Pakualaman dari tadi hujan diserati kilat….”
Nova, Bantul, 16:25.:”Siap pak! Apa sudah ngungsi pak?”
“Monitor, kirim 8 orang kesini!”
Nova, Bantul, 16:30.:” Ok pak!
“Yang piket semalam suruh naik lagi…”
Nova, Bantul, 16:32.:” Siap pak!
Agung Riyadi, 16:32.:” Ok pak!
Bahij, Bantul, 18:06.:” Ada info apa pak dari Arif Surip?”
Miss Yeni, Solo, 18:42:” Kondisi merapi masih awas bapak.”
Bu Dukuh, 18:45.:” Info terakhir hujan abu di Pakem Pak!”
Miss Yeni, Solo, 18:47.:” Bapak mengungsi? Kalau darurat ke Solo bapak. disini alhamdulillah aman bapak!”
“Monitor Yen, kami pertimbangkan!”
Miss Yeni, Solo, 18:48.:” Baik bapak.”
Maryanto, 18:59.:” Maaf pak, apa Merapi makin mengkhawatirkan untuk kampung kita pak?, terimakasih!”
Maryanto, 19:04.:” Tapi kalau bapak punya feelling tidak aman dan mau mengungsikan keluarga, saya juga sementara mau pindah, pak.”
Maryanto, 19:05.:” Ok Pak Terimakasih.”
Angga, Yogya, 19:24.:” Kabar dari HT Merapi mengeluarkan lava pijar, dilihat dari Ketep Pass dan kabar terkini hujan pasir sampai Turi dan abu sampai kota…”
Nova, Bantul, 19:25.:” 15 menit lagi sampai 5 orang.”
Angga, Yogya, 19:25.:” Yang ke selatan luncuran ke arah Gendol.”
Melihat suasana yang semakin mencekam dengan berat hati akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman menuju ke Kotagede,Yogyakarta. Kira-kira 25km dari puncak.
“We move to YK”
Angga, Yogya, 19:31.:” Ya pak, saya tunggu kabarnya..”
Cahya, Purwomartani, 20:07.:” Suara gemludug ini tidak hilang-hilang dari mana ya?”
Miss Ari, Solo. 23:04.:” Bagaimana keadaan Yogya pak Riz?”
“Gawat..!”
Miss Ari, Solo, 23:20.:”Berarti itu menunggu puncak meletusnya ya pak?” (Saya tidak menjawab pertanyaan ini karena malam itu suasana sulit digambarkan karena sangat mencekam. Sampai akhirnya relawan mengingatkan saya.)
Surip gamx, 23:49.:” Siaga pak, gempa dan dentuman sudah 4 jam makin gencar. Daerah Srumbung dari jam 8 hujan pasir tidak henti-henti.”
Cahya, Purwomartani.23:56:”Gemuruh ternyata dari Merapi sampai menggetarkan pintu rumah.” (Jarak Merapi – Purwomartani kira-kira 20 km, pen)
Pos Swasta Kotagede.23:57:”Cepat turun keluar ring 25, ke Pakel”.( Malam itu pengungsian menyemut sepanjang jalan, jarak 2 km bisa ditempuh lebih dari 1 jam!)
Surip gamx, 23:59.:” Kami juga sudah ditarik turun sekarang di perum Pamungkas, kondisi jalan crowded, begitu, karena warga yang dari atas turun semua.” (Jarak Perum Pamungkas – Merapi kira-kira 15 km, pen)

 Relawan siaga sepanjang malam di Kotagede, tapi malam call sign jam 02.00 pagi
meminta mereka membantu para pengungsi yang sudah masuk kota Yogyakarta

Percakapan Jumat 05 November 2010:
Surip gamx,, 00:05.:” Gemuruh dan gempa hebat pak…!”
Miss Eti, Yogya, 00:13.:”Bagamana situasi dan kondisi di tempat bapak?”
Bu Dukuh, 00:14.:” Sampai jam ini belum ada info pak, saya benar-benar tegang, ini pak anak-anak tidak bisa tidur.”
“Cepat tarik mundur info sudah saya berikan!”
Surip gamx, 00.31.:” Jangkauan bahaya diperluas radius 20 km, ungsikan keluarga sekarang juga pak!!”
Aan, Bantul, 00:32.:” Pengungsian Hargobinangun di tarik kebawah, sudah terjadi hujan pasir dan abu…terdengar suara gemuruh…”
Nova, Bantul, 00:33:” Rumah utara ada yang jaga tidak pak?, sekarang yang ikut bapak siapa?”
“12 pengawal siap di Kotagede”
Angga, Yogya, 00:36.:” Dari setengah jam lalu Merapi mengeluarkan rentetan suara dentuman keras diserati hujan abu.”
Aan, Bantul, 00:39.:” Di posko bagaimana bos?”
“Strezz…, siaga satu, hujan pasir disini” (Yang dimaksud disini adalah di Kotagede, tempat kami mengungsi, jarak dari Merapi kira-kira 25 km lebih, pen)
Nova, Bantul, 00:47.:” Penduduk kampung bapak sudah ngungsi atau bagaimana?”
Aan, Bantul, 00:49.:” Teman saya sudah pada turun pak, info awan panas sampai 12 km, pos yang mungkin aman sampai UII.”
Surip gamx, 00:49,:” Pakem hujan krikil.”
Aan, Bantul, 01.01.:” Pengungsi yang diatas termasuk yang Pakem sudah di Stadion Maguwoharjo, hujan krikil di UII, hujan pasir sampai rumah saya.”
Sur, Mindi.01.08:” Pak, Mindi hujan krikil.”
Angga, Yogya 01.10.:” Hyatt hujan pasir……..”
Maryanto, 03.22.:” Mindi bubar pak pada ngungsi semua, saya ke Bantul pak.”
Bayu, Bengkulu, 03.51.:” Gimana perkembagan sekarang pak?”
Bayu, Bengkulu, 03:59.:”Tapi tak ada korban kan pak? ada apa kok merapi begitu ganas?”
Bahij, Bantul, 04:17.:” Bagaimana daerah bapak? Ring road macet dini hari!”
Miss Dita, Tangerang, 05:42.:” Pak bagaimana keadaan disana?! hati-hati ya pak!”

Percakapan selanjutnya merupakan anti klimak dari malam sebelumnya, umumnya menanyakan keselamatan dan kesehatan, Ya Allah berikan kesabaran pada hati kami, amin!
Foto berikut ini bisa menjadi gambaran suasana Merapi:


Letusan 4 November 2010 pagi


                            Aliran sungai Code membelah kota Yogya, mata airnya di gunung Merapi

Can't Just Relax !