Senin, 13 Oktober 2014

WBL

Just for Kicks, pagi itu 12 Oktober 2014 saya meluncur menyeberangi jembatan Suramadu menuju ke pulau Madura. Saya pikir saya akan mengalami sensasi yang sama seperti ketika melewati Tol tengah laut di P.Bali, eh, ternyata meluncur saja 'adem ayem' seperti tidak ada sesuatu dan selesai begitu saja sampai diujung sana di tanah Madura. Mungkin karena jembatan Suramadu hanya lurus-lurus saja tanpa kelokan yang berarti sehingga kesan diterpa angin laut tidak terasa. Anda bisa membayangkan naik mobil atau motor atau bus dengan suara angin menerpa kaca di depan dahi kita.Werrzz...
Akhirnya putar balik menuju goa Maharani yang masih satu kawasan dengan Wisata Bahari Lamongan (WBL), sebuah kota di sebelah barat kota Gresik. Kembali menyeberangi jembatan Suramadu dan masuk Surabaya. Lalulintas padat dan panas, didalam kendaraan tak terasa karena ada AC tapi pemandangan gersang disepanjang perjalanan mengesankan musim kemarau yang belum segera barakhir. Sawah kering, tambak kering, rumput merangas. Memasuki Lamongan yang merupakan kota di ujung deretan pegunungan Kendeng utara disisi timur dapat di lihat sibakan pegunungan kapur. Kalau anda senang dengan advanturer itu merupakan pemandangan bagus.
Berbekal pengetahuan beberapa kali mengunjungi gua Gong di Pacitan Jawa Timur saya memasuki goa Maharani. Prinsip goa tentu sama ada stalagtit yang menggantung di atap gua dan stalagmit yang menonjol keatas dari lantai gua. Kadang ada pertemuan ujung dari dua keadaan itu sehingga membentuk tiang dan tentu saja ada sebuah dome ruang yang membentuk ruang goa.
Di goa Maharani tidak ada stalaktit yang bisa dipukul dan berbunyi Guuunnng seperti di goa Gong sehingga diberi nama Gong, yang ada adalah relief stalatit dan stalagmit yang diberi nama mengikuti bentuk stalagtit dan stalagmit. Entah mengapa pengelola goa Maharani lebih senang memberi nama bentuk dari pada memberi informasi ilmiah tentang struktur batuan, karena sebenarnya orang melihat isi goa ingin tahu informasi bagaimana bagian itu terbentuk dan berapa usianya atau mungkin sejarah goa itu. Inilah foto itu:

Wojo Yakso itu artinya Gigi Raksasa
Kenikir (nama tumbuhan) Gading (warna gading gajah)
artinya Pohon Kenikir yang berwarna kuning gading
  
Susunan dan warna stalagtit dan stalagmit yang sangat indah  
Apa terjemahannya?
Mungkin maksudnya akan memberi tahu bentuk badan hewan yang meruncing. Tapi entahlah, yang jelas kata itu diambil dari bahasa Jawa kuna. Di dome goa sisi yang lain dibentuk ruang pamer Gem Stone aneka warna yang didatangkan dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri, di pikir-pikir malah menjadi tidak menyatu dengan isi goa Maharani.
 
Fosil hewan laut masa silam, terinsiparasi museum
Sangiran dan Trinil?
  
Fosil seperti ini juga bisa ditemui di Karangsambung,
Kebumen Jawa Tengah
 
Fosil kayu bisa juga ditemui di situs geologi Karangsambung
Kebumen Jawa Tengah

Secara umum goa Maharani terlepas dari cerita mimpi awal diketemukannya goa ini cukup bagus dan bersih. Hanya mungkin karena letaknya menyatu dengan kebun binatang (the Zoo) seakan terkesan sebagai hidangan yang disajikan dari pada bila terletak diluar di alam bebas yang lebih mengesan sebagai bagian alam. Walahualam.

Just Relax!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar